maret ?

apa kabar ini sih blog?
lama gak keurus. maklum mahasiswa tua. hahaha.
udah bulan maret aja ini. padahal ujian TA (tugas akhir) -skripsinya anak-anak D3- kurang dua bulanan. huahuaaaa ­čśą
masih dalam proses sih si TA.
tapi ya itu, ada aja kendala.
pengennya lulus semester ini, wisuda tahun ini……….
yah, semoga kesampaian.
salam ­čśÇ

Posted from WordPress for Android

Advertisements

yang tak terlupakan

seperti biasa siang itu panas mencekam

entah berapa derajat celcius, tak sempat mengukurnya

waktuku habis termakan suatu hal

hal yang nantinya dapat mengeluarkanku dari bumi orang ini

borneo lebih tepatnya. pulau kalimantan

kalimantan?

yah. aku rela tinggalkan rumah demi tugas kuliah

jauh memang

karena suatu alasan aku berniat pergi ke bumi itu

bagaimana kehidupan di bumi yang lebih dekat dilalui khatulistiwa itu,

kekayaan alamnya, suku dayak-nya, dan banyak hal lagi yang istimewa

*

aku berdua bersama temanku hari itu

teman baik. sudah lewat lima tahun ini aku mengenalnya

dan hanya dua orang ini, mahasiswa yang melakukan tugas ke luar pulau

menyenangkan memang

*

kembali ke hari itu

berdua sibuk membuat laporan praktek selama satu bulan setengah kebelakang itu

praktek industri. itulah tugas dari kampus kita

di pertambangan batubara kita berada

di atas gunung, hutan hujan tropis. yang pasti takkan kau temui di ibu kota

revisi terakhir

karena sore itu juga harus presentasi di depan empat bos besar

terdengar cool. tapi sebenarnya membuat detak jantung seperti genderang yang mau  perang

begitu cepat

*

dan ternyata apa

hanya ocehan yang ku terima

banyak perkataan yang menjatuhkan. meski ada secuil masukan kebaikan

seakan tak ada hal berguna yang ku lakukan selama satu setengah bulan itu

seketika hujan turun deras. sangat deras

membuat tanah seakan seperti lumpur karena parahnya

seakan tahu bagaimana isi hatiku saat itu

ku jalan menunduk pulang. kacau balau

masih sakit teringat kata-kata itu. kata-kata yang menurutku tak pantas diucapkan

menguji mental?

mungkin saja. aku juga berharap begitu.

sia-sia gelar sarjana di nama mereka jika itu serius. yah, sia-sia

*

malam datang

perlahan menutupi kejadian tadi sore. meski tak sepenuhnya

biarlah, biarlah semua berlalu seperti waktu

ku petik senar-senar gitar dan bernyanyi mendalami hujan, mendalami malam..

 

bumi borneo, 21 juli 2011

mengapa sombong?

mengapa sombong?

berikut beberapa hadits yang membicarakan tentang keburukan dan dampak dari kesombongan:

 

1. Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. (HR. Muslim)

2. Barangsiapa memanjangkan pakaiannya (sehingga menyeret di tanah) karena kesombongannya maka Allah tidak akan memandangnya kelak pada hari kiamat. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Keagungan adalah sarungKu dan kesombongan adalah pakaianKu. Barangsiapa merebutnya (dari Aku) maka Aku menyiksanya. (HR. Muslim)

4. Selagi orang berjalan dan merasa bangga dengan tutup kepala dan kedua baju rangkapnya maka tiba-tiba dia dibenamkan ke dalam tanah lalu dia bergelimang di dalam tanah sampai hari kiamat. (HR. Muslim)

5. Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri. (HR. Ath-Thabrani dan Anas)

6. Barangsiapa membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad)

resolusi tahun baru

Selamat tahun baru

Yang terbaik untukmu

Banyak cinta dan penuh damai

Di tahun baru

 

Resolusi tahun baru

Penuh semangat baru

Doakan mimpi pun tercapai

Di tahun baru

 

HAPPY NEW YEAR

 

Resolusi Tahun Baru, dinyanyikan oleh Slank

hari terakhir, bulan terakhir

cukup cerah pagi ini

secerah wajah-wajah para pekerja yang sedang menunggu gaji

yah, memang

besok sudah bulan baru, tahun baru

ku lalui hari seperti burung dalam sangkar

tak tau harus terbang kemana

terbangpun tak bisa, terpenjara lelah

acara tadi malam masih membekas di dalam tubuh seberat -enam puluh satu- kilogram ini

sore ini senja tak nampak

lautan awan kelabu menghalangi

meski begitu hujan tak kunjung turun, entah kenapa

belum diizinkan Tuhan, mungkin

tahun ini cukup menyenangkan

meski tetap hadir yang namanya duka

besok, hari yang baru

di bulan dan tahun yang juga baru

“ya Allah, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. tetap dalam lindunganmu di tahun esok”

semacam doa dari relung hati paling dalam

-di- hari terakhir, bulan terakhir

 

senja hari.

banyuwangi, 31 desember 2011

hilang naluri

Mawar merah yang ku cium

Ternyata menusuk dan beracun

Wanginya menyenangkan hatiku

Membuatku tak karuan

 

Sehari tak bertemu dengannya

Serasa hampa dalam hatiku

Ku mabuk cinta yang tak terbaca

Oleh naluriku

 

Dia sama sekali tak cintai diriku

Dia hanya memanfaatkan diriku

 

Matilah kau di dalam hatiku

Bawa pergi saja dirimu

Sampai ke dasar lautan

Matilah kau bersama cintaku

Banyak berharaplah dirimu

Semoga dapat bahagia, berharaplah

 

Ku berlutut di bawah kakinya

Ku berikan hatiku untuknya

Ku telan semua luka-luka

Ku tak punya perisai lagi

 

Hilang Naluri, dinyanyikan oleh Once Mekel

malam masih panjang

seperti biasa, sabtu malam.

disibukkan dengan segala hal semu dunia. yah, semu.

kebetulan langit cerah. sangat jarang ditemui di bulan hujan saat ini.

malam yang indah.

*

ada jadwal pertemuan yang tertulis di jauh hari dengan manusia lainnya.

tapi sore tadi kakak berucap, “nanti malam antarkan aku ke kota. ada perlu sebentar”.

ku ambil handphone di meja yang sudah tua umurnya. sangat tua, kira-kira lebih tua dari umurku.

ku kirim pesan pada manusia lainnya, “nanti malam tunggu aku, aku masih mengantar kakak ke kota”.

malam yang panjang.

*

selepas maghrib ku nyalakan motor bebek warna biru hitam milik kakak.

berdua, pergi dari desa ke kota.

yah, desa. tempat tinggalku. desa yang ramai, padat. bukan seperti desa kebanyakan.

malam yang bising.

*

jalanan ramai. dipenuhi kendaraan besi yang keluar masuk pelabuhan.

akhir tahun. banyak yang berlibur, memang.

bapak-bapak polantas pun tak ketinggalan ikut meramaikan.

melintasi jalan, melewati banyak lampu lalu lintas.

malam yang ramai.

*

handphone bergetar.

di tengah jalan aku berhenti sebentar.

ada pesan masuk. ku baca sekilas, pesan yang tak penting ternyata.

*

sebelum ku nyalakan motor lagi, seorang bapak pengayuh becak yang sudah berumur menyita perhatianku.

becak yang sudah usang seusang umurnya, diam di pinggir jalan sambil menatap keramaian.

sepi. tak ada penumpang. mungkin itu yang akan becak katakan seandainya bisa berkata.

sayangnya tidak.

mimik wajah sedih dari seorang bapak yang entah sudah punya cucu berapa ini luluhkan hati.

semangatnya untuk menghidupi keluarga bagaikan gunung uhud. sangat besar.

tak peduli manusia lainnya berkata apa.

pekerjaan halal. mungkin itu yang akan beliau ucapkan.

selamat berjuang bapak pengayuh becak.

malam masih panjang.

*

ku mulai lagi perjalanan. masih setengah jalan ternyata.

masih tersimpan di hati. kejadian yang cukup dijadikan pelajaran ini.

*

kembali melintasi jalanan.

melewati banyak lampu lalu lintas.

dan entah lampu lalu lintas yang keberapa, saat lampu berwarna merah, mataku melihat sesosok ibu tuna netra yang sedang menyeberang jalan menggunakan tongkat kayunya.

seorang ibu tua. ibu siapa itu? entah ibu siapa.

berjalan pelan, sambil menggerak-gerakan tongkat kayu yang dipegangnya.

“ibuku sayang, masih terus berjalan. walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah”.

mungkin seperti itu yang dikatakan bang iwan.

surga di telapak kaki ibu. ridho Allah menurut keridhoan ibu.

malam yang larut.

*

lampu sudah hijau. tak terasa sudah sampai tujuan.

setengah jam berlalu..

urusan kakak pun selesai.

*

kembali ke desa.

pulang membawa pelajaran berharga yang jarang-jarang manusia memperhatikan.

pergi lagi untuk menepati janji yang sudah tertulis dengan manusia lainnya.

semakin larut, jalanan semakin sunyi, sepi.

tapi malam masih panjang.

 

sabtu malam.

banyuwangi, 24 desember 2011